Sinergi Petani dan Pendamping Teknis dalam Pengendalian Hama Penggerek Batang di PM-AAS Kebun Sari
WONOMULYO– Upaya pengendalian hama penggerek batang terus diperkuat melalui kolaborasi antara petani, petugas teknis, penyuluh pertanian, dan tim pendamping program di lokasi PM-AAS Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Sinergi berbagai pihak tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengendalian hama pada pertanaman padi seluas kurang lebih 10 hektare yang dilakukan oleh Kelompok Tani Harapan Kita.
Kegiatan pengendalian dilaksanakan setelah hasil pengamatan lapangan menunjukkan adanya gejala awal serangan hama penggerek batang pada beberapa petak pertanaman. Menyikapi kondisi tersebut, petani bersama petugas pendamping segera melakukan langkah pengendalian secara terpadu guna mencegah perkembangan serangan yang lebih luas dan menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Pengendalian dilakukan menggunakan insektisida berbahan aktif dimehypo sesuai rekomendasi teknis. Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berfokus pada aplikasi pengendalian, tetapi juga menjadi sarana koordinasi dan penguatan kapasitas petani dalam mengenali gejala serangan serta menentukan tindakan pengendalian yang tepat dan tepat waktu.
Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Bapak Sukandar selaku Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Polewali Mandar. Beliau memberikan arahan teknis terkait metode aplikasi, dosis yang sesuai, serta strategi pengendalian yang efektif sebagai bagian dari penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Selain itu, tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat bersama penyuluh pertanian setempat turut berperan aktif dalam mendampingi pelaksanaan kegiatan. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kesehatan tanaman dan mendukung keberhasilan budidaya padi di lokasi PM-AAS.
Melalui kerja sama dan sinergi yang baik antara petani, POPT, penyuluh pertanian, dan tim pendamping program, diharapkan serangan hama penggerek batang dapat dikendalikan sejak dini sehingga produktivitas pertanaman tetap terjaga. Kolaborasi ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program peningkatan produksi padi serta mewujudkan pertanian yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing.(L/MN)